PENYAKIT YANG MENYERANG SISTEM PERNAPASAN

WHO telah mengajukan permintaan resmi ke Tiongkok untuk mendapatkan informasi rinci mengenai peningkatan penyakit pernafasan dan laporan kelompok pneumonia pada anak-anak.
Pada konferensi pers tanggal 13 November 2023, otoritas Tiongkok dari Komisi Kesehatan Nasional melaporkan peningkatan kejadian penyakit pernapasan di Tiongkok. Pihak berwenang Tiongkok mengaitkan peningkatan ini dengan pencabutan pembatasan COVID-19 dan peredaran patogen yang diketahui seperti influenza, mycoplasma pneumoniae (infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak), virus pernapasan syncytial (RSV), dan SARS-CoV-2. (virus penyebab COVID-19). Pihak berwenang menekankan perlunya peningkatan pengawasan penyakit di fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat, serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan untuk menangani pasien.
Sejak Mei 2023, kasus rawaj jalan dan rawat inap pada anak karena mycoplasma pneumonia dilaporkan meningkat. Kemudian pada Oktober 2023, angka kesakitan akibat RSV, Adenovirus dan Influenza juga sempat naik, meski saat ini telah turun (Kemenkes RI,2023).
Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa covid-19, insidensi 8.6%, insidensi turun jadi 0.7% di tahun 2021-2022. Pathogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama dan penyebaran memerlukan waktu yang lama sehingga disebut sebagai Walking
Pneumonia. Mycoplasma merupakan salah satu penyebab penyakit pneumonia di Masyarakat, yg paling banyak dampaknya anak-anak. Penyakit ini muncul pada situasi musim panas untuk negara2 yang memiliki 4 musim.Di China Peningkatan pneumonia terjadi 3-5 tahun. Penelitian di China, adenovirus,RSV menjadi penyebab beberapa tahun terakhir.
Sebagai antisipasi, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Nomor: PM.03.01/C/4732/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia. SE yang terbit pada tanggal 27 November 2023 ini, ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur/Kepala Rumah Sakit, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kepala Puskesmas di Indonesia.
A. Tanda dan Gejala Pneumonia pada Tubuh
Indikasi dan juga gejala ringan pneumonia umumnya menyerupai gejala flu, seperti demam dan batuk. Gejala tersebut memiliki durasi yang lebih lama bila dibandingkan flu biasa. Jika dibiarkan dan tidak diberikan penanganan, gejala yang berat dapat muncul seperti :
- Nyeri dada pada saat bernapas atau batuk
- Batuk berdahak
- Mudah lelah
- Demam dan menggigil
- Mual dan muntah
- Sesak napas
- Gangguan pada kesadaran (terutama pada pengidap yang berusia >65 tahun
- Pada pengidap yang berusia >65 tahun dan punya gangguan sistem imun, umumnya mengalami hiportemia.
Pada anak-anak dan bayi, biasanya gejala yang muncul berupa demam tinggi, anak tampak selalu kelelahan, tidak mau makan, batuk produktif, dan sesak napas, hingga napas anak menjadi cepat.
B. Tanda dan Gejala Pneumonia pada Tubuh
Berikut beberapa Langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni sebagai berikut :
- Lakukan vaksinasi untuk melawan Influenza, Covid-19, dan pathogen pernapasan lainnya jika diperlukan
- Jaga jarak dengan orang yang sedang sakit dan tetap tinggal dirumah saat sakit.
- Segera ke Fasyankes terdekat jika ada tanda gejala, batuk dan/atau kesukaran bernapas disertai dengan demam.
- Jalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan serta pakai masker sebagaimana mestinya.
Terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan rajin cuci tangan memakai sabun antiseptic dan air mengalir serta pastikan ventilasi udara di sekitar tempat tinggal baik
REFERENSI:
- https://www.who.int/news/item/22-11-2023-who-statement-on-reported-clusters-of-respiratory-illness-in-children- in-northern-china
- https://diskes.badungkab.go.id/pengumuman/54031-surat-edaran-nomor-pm-03-01-c-4-4732-2023-tentang- kewaspadaan-terhadap-kejadian-mycoplasma-pneumonia-di-indonesia
- https://www.halodoc.com/kesehatan/pneumonia